Sabtu, 23 Maret 2013

kena tipu

“kena tipu” 
Read bilal revolusi

19 maret 2013. Saya lagi bĂȘte abis hari ini. Yah apa lagi kalau bukan saya yang terkena tipu sama anak-anak kompleks. Tapi ada rasa tawa yang menggema dihati saat tahu bahwa saya benar-benar kecolongan. Saya baru sadar bahwa satu anak-anak rinjani punya nilai humoris yang tinggi—yang membuat saya pun makin sok rindu dengan kampung rinjani.


Tepatnya kemarin saat si capten subatsa [alias iwan] mengatakan bahwa Pai Pablo mau kawin dengan seorang wanita dari gunung botak. Dalam pikiran saya kala itu, mungkin ia di jodohkan oleh orang tuanya. Hal yang hampir sama pun dikatakan sama Andy, yang mengatakan bahwa Pai mau kawin. Ai, hamid dan pak guru pun tak jauh beda mengatakan hal yang sama pula. Maka saya pun mempercayai gossip yang dikatakan mereka. Tak disangka ternyata saya tertipu dengan kata-kata mereka. Apes banget… 

Yah, semua yang terjadi tetap punya nilai yang bisa di petik. Setidaknya, saya bisa merasakan makanan gratsan dan makin mengenal karakter anak-anak muda kampung rinjani dalam member cita rasa humor yang tinggi. 

Kompak selalu, kampung rinjani.
Salam saya, bilal revolusi.

Kamis, 31 Januari 2013

kakek umma


kakek Umma”
Lelaki itu sempat membuka lembar hidupnya dengan selinting rokok di tanggannya. Badannya telah membungkut, jalannya pun mulai perlahan, wajah yang mungkin dulu terlihat sangat sempurnah-telah sirnah dengan keriput yang menghiasi wajahnya. Saya mengenalnya bebrapa tahun yang lalu, ia bernama Umma. Sebuah nama yang tak lazim di kuping saya. ia lah lelaki parubaya yang tinggal seorang diri di kampung kami. Teman-teman bermainnya yang mengisi hari-hari dengan penuh kecerian semuanya telah wafat. Tinggal ia sendiri di kampung kami. 

Dan seperti sebatang pohon pinus yang menyisakan sehelai daun bewarna kuning. Kini, daun itu telah layu dan jatuh, lelaki yang tinggal seorang diri di banding teman-teman yang telah wafat, mengikiti jejak sahabat-sahabat ke alam akhirat.

30 januari 2013. Umma kembali ke rahmatullah. Lembaran hidup lain telah di buka. Umma yang sering menjadi uzur itu, telah tiada.

Pernah suatu hari, saya mendengar cerita tentang kakek bernama umma dari seorang teman. Karena ia telah tua, konon kabarnya bila seorang anak manusia telah memasuki usia senja, sifat-sifat mereka seperti kekanak-kanakan [childhood]. Dan umma [semogga allah mengampungi dosanya-red], mengalami hal senada. Menurut cerita, kakek ini terlihat sangat kebungingan di suatu siang bolang, beliau bulak-balik di depan masjid, seraya mengisap selinting rokok di tanganya. Di saat itu banyak yang bertanya-tanya, apa gerangan yang ingin di perbuatnya?... tak lama, kakek bernama umma itu masuk di sebuah rumah tua yang tak berpenghini lagi, ia buka celananya dan membunga hajat di dalam sana, sontak anak muda yang ada di depan masjid melempar batu di atas seng rumah tak berpenghuni itu. kakak bernama umma keluar dan dengan kepolosannya ia keluar seolah tak terjadi apa-apa. 

Saya belajar dari kisah di atas. Yakni, setua apapun kita, bila didalam hati kita memiliki rasa malu, kita akan membuang hajat yang tak tampak oleh orang lain. Umma mengajari kita, sebenrapa penting menjaga kohormatan diri. Meski ia telah tua renta, ia memilki rasa malu untuk di lihat orang lain saat buang hajat. Bandingkan dengan sebuah kisah yang di ceritakan oleh teman saya tentang kampungnya, dimana mereka membuang hajat di pantai dengan tidak tahu malu, memperlihatkan pantat mereka!!! Saya berpikir mending kakek bernama umma, dari pada mereka, yang masih muda-muda namun tidak tahu malu.

Thanks umma untuk pelajaran hidup yang kau ajarkan.
Selamat jalan, semoga amal kebaikan dib alas oleh Allah. Dan somoga jalan yang engkau tempuh di akhirat dilapangkan olehNya. AminJ

memecah cahaya di samudera hati

Decampongerinjanito.blogspot.com
“Memecah cayaha di samudera hati”
Word: bilal revolusi
“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan demi aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Panuh darah penuh nana”
[iwan fals]

Penggalan lagu dari bang iwan di atas yang saya kutip, benar-benar membuat mata saya basah. Saya masih ingat betul bagaimana setianya ibu saya mendampingi saya saat saya sakit. Beliau tidak tidur demi saya. Beliau dengan cinta dan sayang menunggu saya di sisi ranjang. Setelah sembuh, saya terkadang melupakan jasa-jasanya, kesetiaannya, kerja karasnya, cintanya… maafkan saya karena sering melalaukan apa yang Engkau telah berikan.
Saya juga sangat jarang, mengatakan terima kasih padanya. Atau saat lebaran tiba, ada rasa malu atau gengsi yang membuat mulut saya sukar untuk berterima kasih. Saya hanya mampu untuk mencium tangannya saat pergi ke kampus, saat keluar pergi, saat pulang dari masjid, saat lebaran datang. Tapi lidah saya tak bisa mengucapkan terima kasih. Tak tahu apa yang membebankan saya untuk enggak mengatakan kata-kata keramat itu. dan saya ingin mengutip sebuah lagu:
“Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga, sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya, menyinari dunia”

Rabu, 26 Desember 2012

mencerdaskan manusia


“Mencerdaskan manusia”
Word: bilal revolusi
Beberapa orang yang saya mintakan untuk berpartisipasi dalam membuat manusia cerdas telah menyumbangkan apa yang mereka miliki. Salah satu yang bisa kita perbuat adalah membangun perpustakaan rinjani. Di dalamnya, bukan hanya terdapat buku cetak, tapi juga buku elektronik [ebook], film, kepingan mp3, video music dan kliping. Dan yang baru terkumpulkan adalah ebook [bergenre: perbandingan agama, novel islami, majalah underground, buku sekolah dari SD kelas 1 s/d SMA kelas 3, buku-buku pengetahuan [karya harun yahya] dan lain-lain]. Kategori film [film sejarah, social, agama]. Kepingan mp3 [dari mp3 musik regge, religius, jazz, pop, rock]. Vidio music [ Islamic, metal, rap, rock]. Yang belum ada kliping. Saya masih sangat membutuhkan sumbangan dari rekan-rekan sekalian agar perpustakaan ini bisa berjalan.
Sekarang, saya sedang melakukan riset tentang minat baca dan nonton di kampung rinjani. focus saya adalah anak muda dan kalangan anak-anak. Riset saya pun bukan riset ilmiah, tetapi riset sederhana yang berupa pertanyaan-pertanyaan seputar tanggpan mereka seandainya perpustakaan ada di kampung  rinjani.

Jadi, apa yang bisa anda sumbangkan untuk perpustakaan rinjnai?...

Salam, bilal revolusi
Contac:
Facebook: bilal bin ali
Twitter: bilal revolusi
Blog: bilalrevolusi.blogspot.com
Nomor hp: 0813-4365-0191

Selasa, 25 Desember 2012

santa claus melintas di atas masjid rinjani


Decampongerinjanito.blogspot.com
“Santa claus melintas di atas masjid rinjani”
Word: bilal revolusi.
25 desember 2012. Malam natal yang kudus.
Saat menulis tulisan ini, saya sedang bĂȘte untuk keluar. Seenggaknya buat liat warna-warni malam yang terhiasakan layaknya pecahan kaca yang berkilauaan dengan semburan warnanya yang mengagumkan. Suara dentuman petasan di lagit seperti bigbang, seperti rentetan senjata yang menyala di pekatnya malam, seperti  obor, seperti bunga api, seperti hujan yang berwarna-warni, seperti, seperti, seperti dan seperti yang tak bisa saya katakan dengan perumpamaan yang lain. Dalam hati kecil saya terbersit: berapa banyak uang yang di keluarkan untuk semua kelap-kelip malam kudus ini, malam yang konon seorang anak manusia bernama yesus lahir?. Bayangkan kalau uang yang di keluarkan untuk malam natal ini di sumbangkan bagi anak-anak gelandangan, atau di sumbangkan untuk membeli pesawat yang harganya 4 milyar, saya rasa bisa untuk membelinya. Ah lagiaan ngapain juga memikirkan orang yang beragama lain, toh bagi pengikut yesus, nggak ada untungnya saya memberi ide. Tapi saya mempercayai ajaran tauhid nabi Isa, yang lahirnya di Nazaret ( Mrk 1:9 ), keturunan bangsa yahudi, yang menjadi seorang yang berprofesi sebagai tukang kayu (bdk. Mrk 6:3) yang kematiannya di tunda hingga akhir zaman terjadi [Surah al-Nisa' (4: 157).] dan muncul sosok  almahdi yang mejadi imam untuk sebuah perang akbar yang akan terjadi, perang yang memanaskan suhu bumi, perang yang tetesan darah mengalir dari dalam tubuh, perang yang kala itu tak ada tangis kepergian sanak keluarga-yang ada hanyalah rasa bangga dan bersyukur karena sanak keluarganya telah mati di hunis pedang dan dengan indahnya menjemput sesuatu yang dicari-cari setiap manusia; syahid. Saya tidak mempercayaai yesus melaikan saya mempercayai manusia biasa bernama Isa putra maryam [yang disebutkan dalam al Qur’an berualang-ulang kali]. dan bila ingin saya ingin-mengin-nginkan?....
Impian bila bisa di kabulkan.
Dan andaikan saya di beri kesempatan untuk meminta di kabulkan permintaan pada seorang makhluk semacam santa di malam natal. Saya pengen liat santa claus melintas di atas masjid rinjani sambil mengucapkan salam buat saya: assalammualaikum. Tapi nampaknya sangat sulut di lakukan santa. Karna santa hanya bisa memberi kado berupa barang, bukan berupa do’a untuk mengahiri perang, menghentikan penembakan di Virginiatek [amerika ], mengabulkan do’a seorang jompo yang ingin lekas mati dan masuk surga, dan do’a-do’a yang lain.
Santa claus tertalu matrealisme dalam mewujudkan permitaan materi yang di minta anak-anak manusia. Saya nggak tahu apa yang akan di katakan magandi terhadap apa yang saya pintakan, atau bila bob marly masih hidup, ia akan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat permintaan saya. Dan yang lebih ekstrim lagi, martin luter king junior akan terbahak-bahak melihat saya. Karena mereka nggak pernah berharap pada santa claus! Mereka membuat sejarah lewat tangan mereka. Meramunya dan menempanya dengan bara yang mendidih, sehingga jadilah sebuah sejarah.
Yah, seenggaknyalah apa yang teramaikan dimalam yang kudus ini, menjadi malam yang indah buat kita, karena setiap malam adalah malam yang indah.

Thanks buat lampu langitnya.
25 desember 2012,
PUKUL; 12: 37 dini hari.